Perkiraan waktu membaca artikel ini: 2 minutes

TECHSTORY.ID – Menurut data dari AyoLari.in, bahwa di tahun 2019 lalu ada 363 lomba lari yang diadakan di berbagai daerah di tanah air. Tahun 2020 masih menyisahkan 2 bulan lagi, tapi sejauh ini tercatat sudah ada 203 lomba lari, termasuk beberapa yang dijadwalkan berlangsung pada bulan November dan Desember mendatang. Jumlah itu tergolong cukup lumayan, apalagi jika mempertimbangkan fakta bahwa sebagian besar lombanya berlangsung selama pandemi dengan mengandalkan format virtual.

running_with_smartwatch
Fitur run pada smartwatch. Kredit photo unsplash.com

Bagi para pecinta olahraga lari, pandemi Covid-19 tidak menghalangi mereka untuk tetap bisa mengikuti lomba. Virtual run dinilai lebih aman karena tidak mempertemukan peserta dalam satu lokasi lomba, sehingga bisa menghindari terjadinya kerumunan yang berpotensi menciptakan klaster penyebaran Covid-19.

Tahapan virtual run sangat sederhana. Para peserta lomba hanya perlu mengunduh aplikasi virtual run di gawai miliknya. Pada periode lomba, peserta berlari sambil mengaktifkan aplikasi yang sebelumnya telah diunduh di gawainya, karena pada aplikasi tersebut ada GPS (Global Positioning System) yang bisa memantau dan merekam jarak tempuh lari peserta. Hal ini memungkinkan virtual run bisa dilakukan secara serentak di mana dan kapan saja selama periode yang telah ditentukan. Masing-masing peserta bisa berlari secara mandiri di treadmill maupun di lingkungan rumah.

Lomba lari virtual sendiri memang sudah cukup sering diadakan dalam 2-3 tahun terakhir, akan tetapi berhubung lomba lari tradisional sedang tidak memungkinkan di masa pandemi, tren virtual run pun kembali naik daun. Daripada bersepeda, berlari jelas bisa melibatkan lebih banyak orang, dan itu penting karena kita semua harus tetap bisa menjaga kebugaran tubuh demi melalui masa-masa sulit seperti sekarang. Namun seperti yang kita tahu, kita juga harus selalu menjaga jarak dengan orang lain dan menghindari aktivitas lari beramai-ramai.

Pengalaman yang ditawarkan lomba lari virtual jelas berbeda karena atmosfer berkompetisinya tidak akan seintens dengan lomba lari tradisional. Kendati demikian, bagi sebagian besar orang, tentu ada rasa kepuasan tersendiri setelah berpartisipasi dalam event yang dianggap sedang happening ini. Di saat yang sama, tren virtual run ini juga tidak akan populer tanpa adanya kemajuan teknologi. Pasalnya, kehadiran smartphone dan smartwatch sangat memudahkan kita untuk memonitor kegiatan berlari dengan data yang lengkap dan akurat.

Meski tidak ada kawan yang mendampingi, kegiatan berlarinya sendiri juga dapat dibuat menjadi lebih menyenangkan dengan adanya perangkat seperti smartwatch, smart eraphone yang memastikan musik bisa terus mengalun dan menyemangati tanpa ada seuntai kabel pun yang mengganggu. Maka dari itu tidak mengherankan jika sebagian besar lomba lari yang dilangsungkan di tahun 2020 ini merupakan lomba lari virtual.

Ke depannya lomba lari virtual masih akan rutin diadakan meski situasi kemungkinan sudah kembali normal. Di titik itu, premisnya mungkin bukan lagi lomba lari selagi menjaga protokol kesehatan, tapi lomba lari yang bisa diikuti oleh semua masyarakat di tanah air, tidak peduli di mana pun mereka berada.

Bagikan artikel ini:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini