Perkiraan waktu membaca artikel ini: 3 minutes

TECHSTORY.ID – Amazon.com, Inc. merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan berbasis online yang terbesar di dunia. Perusahaan yang berkantor pusat di Seattle, Washington, Amerika Serikat ini pada awalnya hanya menjual buku, namun sekarang telah bervariasi hingga merambah DVD, CD, video dan download / streaming, MP3, software, video game, elektronik, pakaian, furnitur, makanan, mainan, dan perhiasan.

jeff_bezos
Kantor Amazon setelah berpindah dari Garasi. Kredit photo koalahero.com

Amazon.com didirikan pada 1994 oleh Jeff Bozes dan mulai dipublikasikan untuk umum pada 1995. Jeff Bozes awalnya bekerja di De Shaw&CO memutuskan untuk membuat perusahaannya sendiri. Jeff Bezos kemudian menuju ke Bellevue, Washington dan menyewa sebuah rumah. Di garasi rumah itu, Bezos menghabiskan waktu setahun untuk memprogram situs penjualan buku. Sebelum bernama Amazon, Jeff Bozes menamai perusahaan yang dirintisnya dengan Cadabra yang rilis resmi pada 5 Juli 1994. Karena nama tersebut dirasa aneh dan kurang menjual, pada 1995 Cadabra berubah nama menjadi Amazon. Pemilihan nama tersebut didasarkan karena akan lebih mudah dicari jika memiliki huruf awal A. Selain itu Jeff Bozes ingin perusahaan yang dibangun menjadi besar seperti sungai terpanjang dan eksotis di Amerika Serikat yaitu Sungai Amazon.

tampilan_web_amazon.com_1999
Website Amazon.com saat pertama kali diluncurkan. Kredit gambar Wikipedia.org

Inverstor pertama Amazon adalah Nick Hanauer yang berinvestasi sebesar 40 ribu dolar AS sebagai modal Jeff Bozes. Tom Alburg kemudian tertarik mengivestasikan 100 ribu dolar AS untuk membantu amazon.com memiliki tampilan situs yang lebih menarik dan kemampuan hosting yang lebih baik. Bulan pertama diluncurkannya situs amazon.com, Jeff Bozes melayani permintaan dari 50 negara bagian Amerika dan 48 negara lain. Pada masa tersebut buku adalah satu-satunya produk yang dijual di situs amazon.com. Pada tahun 1997 Amazon menjadi perusahaan publik yang pertama kali dibuka dengan harga saham 18 dolar AS dan melonjak menjadi 24 dolar AS dalam satu hari.

Usaha ini merupakan jawaban dari Jeff Bezos untuk ikut berpartisipasi dalam bisnis internet yang sedang berkembang saat itu. Usaha ini diproyeksikan  semakin berkembang secara pesat sehingga dia memutuskan untuk keluar dari pekerjaan-nya sebagai wakil presiden D.E. Shaw, sebuah perusahaan Wall Street. Setelah memperkirakan perkembangan perdagangan melalui Web akan naik hingga 2.300%, dia pun mulai mendaftar 20 produk yang bisa dipasarkan secara online. Produk tersebut antara lain compact disc (CD),  computer hardware, computer software, video, dan buku. Besarnya permintaan akan buku membuat Jeff memutuskan bahwa toko online miliknya akan fokus menjual buku.

Dalam dua bulan peluncurannya, Amazon telah menjual produk-nya pada 50 kota di hampir lebih dari 45 negara. Pada bulan berikutnya, penjualan-nya naik hingga mencapai 20.000 dollar AS tiap minggu. Pada Oktober 1995, perusahaan mulai mengumumkan penawaran sendiri ke publik. Dua tahun kemudian, Amazon mulai mengeluarkan penawaran umum perdana saham pada tanggal 15 Mei 1997. Pada tahun 1998, Amazon tidak hanya terbatas pada penjualan buku saja, namun mulai memperkenalkan DVD serta meluncurkan Advantage Program.

Amazon terus mengembangkan bisnis-nya dengan melakukan beberapa upaya, yakni dengan menjalin kerjasama dengan Toys “R” Us pada tahun 2000, BookSurge LLC pada tahun 2005,  Zappos.com pada tahun 2009, LOVEFiLM International Limited pada tahun 2011 dan beberapa perusahaan lainnya. Proses kerjasama ini berdampak dengan semakin bervariasi-ya produk yang dijual di Amazon. Tak hanya itu, Amazon juga telah membuka banyak program-program yang memanjakan para konsumen-nya. Di antaranya meluncurkan  1-ClickTM yang memungkinkan konsumen untuk membeli secara online dengan 1 klik, Amazon.com,  Amazon Web Services, Amazon Wedding, Amazon Connect, Amazon Simple Storage Service (S3),  Endless.com, Amazon Unbox on TiVo, dan beberapa program-program menarik lainnya.

Sejak tahun 1998, Amazon telah membuka situs cabang secara internasional yang pertama dirilis di Inggris dan Jerman. Hingga saat ini Amazon telah memiliki bisnis online yang telah tersebar di negara-negara besar di dunia, seperti Amerika Serikat, Kanada, Perancis, India, Italia, Spanyol, Brazil, Jepang, China, Belanda, Swedia dan beberapa pengiriman ke negara internasional lainnya.

 

*Diolah dari berbagai sumber

Bagikan artikel ini:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini