Home INSIGHT Mengenal Teknologi Cloud Computing

Mengenal Teknologi Cloud Computing

0
Mengenal Teknologi Cloud Computing
Teknologi Cloud Computing. Kredit gmabar pexels-pixabay
Perkiraan waktu membaca artikel ini: 5 minutes

TECHSTORY.ID – Beberapa tahun kebelakang ini, kita sering mendengar istilah cloud computing. Banyak perusahaan IT yang telah menerapkan teknologi cloud computing dalam menjalankan bisnisnya, tak terkecuali juga perusahaan bidang lainnya. Cloud Computing atau komputasi awan merupakan hasil evaluasi bertahap. Konsep penggabungan computing resources melalui jaringan global disebut-sebut berawal pada tahun 1960-an seiring dengan kemunculan ‘Intergalactic Computer Network’ oleh JCR Licklider. Ia juga bertanggung jawab atas pembangunan Advanced Research Projects Agency Network (ARPANET) tahun 1969. Saat itu ia memiliki cita-cita bahwa seluruh manusia di dunia seharusnya bisa terhubung dan mengakses program dan data dari sarana manapun dan di manapun.

Herwin Anggeriana dalam bukunya ‘Cloud Computing: Komputasi Awan’. Menurut dia, hal yang mendasari konsep Cloud Computing berawal pada 1960-an. Saat itu, John McCarthy, Pakar Komputasi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang juga dikenal sebagai salah satu pionir kecerdasan buatan menyampaikan gagasan bahwa “suatu hari nanti jaringan komputasi akan menjadi infrastruktur publik, sama halnya seperti listrik dan telepon.”

Berkembangnya Cloud Computing

Dalam perkembangannya, Cloud Computing sebenarnya tumbuh bersama internet dan web. Pendorong utama lahirnya teknologi komputasi ialah adanya revolusi internet.  Pada era 1990-an, perusahaan telekomunikasi mulai menawarkan VPN layanan jaringan pribadi dengan kualitas lebih baik, tapi biaya lebih rendah. Untuk menyeimbangkan penggunaan server, mereka menggunakan bandwidth jaringan, lalu menggunakan simbol awan sebagai petunjuk titik demarkasi antara provider dan pengguna. Pada dasarnya, Komputasi Awan memperluas batas untuk menutup server serta infrastruktur jaringan.

Sampai akhirnya pada 1995, Larry Ellison, Pendiri Oracle memunculkan ide Network Computing sebagai kampanye untuk menggugat dominasi Microsoft yang saat itu merajai Desktop Computing dengan Windows 95. Ellison menawarkan ide bahwa pengguna tidak membutuhkan software sistem operasi yang dijejalkan ke dalam PC mereka, melainkan dengan Network Computing sebagai pengganti desktop. Namun akhirnya inovasi itu lenyap karena kualitas jaringan komputer yang belum memadai, dan pengguna kembali memilih PC desktop.

Seiring perkembangan performa jaringan komputer pada akhir 1990-an, lahir konsep penerus Network Computing yaitu Application Service Provider (ASP) yang menawarkan akses program aplikasi tertentu melalui web. Faktor pendorong kemajuan konsep ini adalah munculnya berbagai layanan hosting dan bahasa pemrograman berbasis web.

Sampai akhirnya muncul terobosan baru bernama Cloud Computing yang tak bergantung pada sistem operasi tertentu, melainkan hanya perlu mengakses internet dan menuju alamat situs untuk menjalankan program yang dibutuhkan.  Popularitas Komputasi Awan semakin menjulang saat munculnya layanan dalam bentuk software as a service (SaaS) Salesforce.com pada tahun 1999. Aplikasi Customer Relationship Management (CRM) ini dianggap sebagai pencetus pertama aplikasi perusahaan yang dijalankan melalui Internet.

Perkembangan berikutnya pada 2005 Amazon Web Services meluncurkan teknologi Elastic Compute Cloud (EC2), Google dengan Google App Engine, dan IBM Blue Cloud Initiative. Jadi, terdapat situs layanan web yang di komersialkan dan memungkinkan individu atau perusahaan kecil untuk menyewa server agar dapat menjalankan aplikasi komputer mereka.

Di Indonesia, terdapat pula pemain-pemain besar yang menjalankan bisnis berbasis Cloud Computing, seperti perusahaan milik pemerintah PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk. Telkom menyediakan layanan Cloud Computing untuk memenuhi kebutuhan pengguna.

Cara Kerja Cloud Computing

cara_kerja_cloud_computing
Ilustrasi cara kerja Cloud Computing.

Teknologi cloud computing ini menjadikan internet sebagai pusat server dalam mengelelola data. Sistem ini memudahkan pengguna untuk login ke internet agar mendapatkan akses untuk menjalankan program atau aplikasi tanpa harus menginstall aplikasi tersebut.

Karena tidak perlu melakukan installasi pada aplikasi, maka untuk media penyimpanan data dari pengguna juga disimpan secara virtual sehingga tidak akan terbebani dengan penggunaan memori yang ada di komputer. Peritah – perintah yang digunakan oleh pengguna tadi  selanjutnya akan dilanjutkan ke server aplikasi.

Setelah perintah diterima oleh sever aplikasi, maka data akan diproses yang akhirnya pengguna akan menerima halaman yang telah diperbaharui sesuai dengan perintah yang telah diberikan sebelumnya. Contoh dari Cloud Computing adalah Yahoo, PDF Gmail, Google Drive.

Perintah yang diberikan dalam penggunaan aplikasi tersebut akan langsung terintegrasi secara langsung dengan sistem cloud computing yang ada di komputer. Pengguna hanya memerlukan jaringan internet agar dapat menjalankan aplikasi tersebut tanpa perlu melakukan instalasi.

Manfaat Cloud Computing

Berikut manfaat-manfaat dari penggunaan teknologi berbasis cloud computing.

1. Skalabilitas

Dengan cloud computing kita bisa menambah kapasitas penyimpanan data kita tanpa harus membeli peralatan tambahan, misalnya hardisk dll. Kita cukup menambah kapasitas yang disediakan oleh penyedia layanan cloud computing.

2. Terjaminnya keamanan data pengguna

Data-data penting seperti data-data pribadi dapat disimpan melalui server secara aman yang mana segala fasilitas telah disediakan oleh provider layanan cloud computing.

3. Fleksibilitas

Teknologi Cloud menawarkan fleksibilitas dengan kemudahan data akses, kapan dan dimanapun kita berada dengan catatan bahwa pengguna (user) terkoneksi dengan internet. Selain itu, pengguna dapat dengan mudah meningkatkan atau mengurangi kapasitas penyimpanan data tanpa perlu membeli peralatan tambahan seperti hardisk.

4. Kreasi

Para user atau pengguna bisa melakukan maupun mengembangkan kreasi atau project mereka tanpa harus mengirimkan project mereka secara langsung ke perusahaan, tapi user bisa mengirimkan nya lewat penyedia layanan cloud computing.

5. Efisiensi

Teknologi cloud akan menurunkan biaya dan merupakan investasi bagi perusahaan Anda. Contoh penghematan biaya misalnya pembelian harddisk, infrastruktur, dan lain sebagainya. Biaya royalti terhadap lisensi perangkat lunak juga pasti akan berkurang karena seluruhnya akan dijalankan melalui komputasi berbasis teknologi cloud.

Jenis Layanan Cloud Computing

Cloud computing terdiri dari tiga jenis, tingkatan pada layanan berbasis cloud, yaitu Saas (Software as a Service), IaaS (Infrastructure as a Service) dan PaaS (Platform as a Service). Seperti apa perbedaan antara ketiganya? Mari simak penjelasan berikut.

  • Infrastructure as a Service (IaaS)

Adalah layanan dari Cloud Computing dimana kita bisa “menyewa” infrastruktur IT (komputasi, storage, memory, network). Kita bisa definisikan berapa besar-nya unit komputasi (CPU), penyimpanan data (storage), memory (RAM), bandwith, dan konfigurasi lain-nya yang akan kita sewa.

Komputer virtual dapat diinstal sistem operasi dan aplikasi sesuai kebutuhan. Keuntungan layanan IaaS ini adalah tidak perlu membeli komputer fisik sehingga lebih menghemat biaya. Konfigurasi komputer virtual juga bisa diubah sesuai kebutuhan. Misalkan saat storage hampir penuh, storage bisa ditambah dengan segera.

IaaS memberikan layanan kepada pengguna dengan menawarkan infrastruktur yang di milikinya ( mesin / komputer virtual, media penyimpanan dan lain sebagainya ) sebagai layanan yang dapat di gunakan oleh client, IaaS memberikan layanan online kepada pengguna ( client ) secara abstrak, maksudnya adalah spesifikasi infrastruktur yang di berikan mungkin tidak sama dengan infrastruktur fisik yang ada seperti : spesifikasi komputer, lokasi, pembagian data, pemetaan, keamanan, backup, dan lain sebagainya.

  • Platform as a Service (PaaS)

Layanan cloud jenis ini hadir dalam bentuk platform yang dapat Anda gunakan untuk membuat aplikasi. Jika dianalogikan, PaaS memungkinkan Anda untuk menyewa “rumah” dan berbagai “lingkungan”-nya (network, database engine, sistem operasi, framework aplikasi, dan sebagainya) untuk membantu berjalannya aplikasi yang Anda buat.

Sebagai penyewa, Anda tak perlu memikirkan pemeliharaan rumah tersebut karena penyedia layanan Platform as a Service -lah yang akan melakukannya, sehingga Anda dapat fokus mengembangkan aplikasi yang Anda buat di “rumah” tersebut.

Pengguna cloud computing dengan model Platform as a Service (PaaS) tidak mengelola atau mengendalikan infrastruktur ( termasuk server, jaringan, sistem operasi, atau media penyimpanan ) tapi memiliki hak untuk mengendalikan dan mengembangkan aplikasi serta cara mengkonfigurasi pengaturan untuk lingkungan aplikasi.

Jika Anda pernah membeli paket hosting ( dan domain ) untuk mengembangkan dan menjalankan suatu aplikasi berbasis web, Anda tentu mengerti hak dan kewajiban serta batasan apa yang Anda terima sebagai pengguna untuk mengendalikan, mengkonfigurasi pengaturan dan mengembangkan aplikasi.

  • Software as a Service (SaaS)

Adalah salah satu layanan dari Cloud Computing dimana kita tinggal memakai software (perangkat lunak) yang telah disediakan. User hanya tahu bahwa perangkat lunak bisa berjalan dan bisa digunakan dengan baik. Contoh layanan aplikasi email yaitu gmail, yahoo dan outlook sedangkan contoh aplikasi media sosial adalah twitter, facebook dan google+.

Keuntungan dari layanan ini adalah pengguna tidak perlu membeli lisensi untuk mengakses aplikasi tersebut. Pengguna hanya membutuhkan perangkat klien komputasi awan yang terhubung ke internet. Ada juga aplikasi yang mengharuskan pengguna untuk berlangganan agar bisa mengakses aplikasi yaitu Office 365 dan Adobe Creative Cloud.

 

Bagikan artikel ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Solve : *
8 × 5 =