Perkiraan waktu membaca artikel ini: 2 minutes

TECHSTORY.ID – Terjadi fenomena menarik di Indonesia,  startup-startup yang sebelumnya gencar mempromosikan lowongan pekerjaan kini mulai menanggalkan status “We’re hiring”, bahkan ada yang menerapkan strategi “hiring freeze”. Dalam berbagai laman Jobs atau Career sejumlah startup ternama, sudah tidak lagi melakukan perekrutan.

Selama masa pandemi covid-19 ini, banyak menimbulkan dampak signifikan di berbagai sektor. Salah satunya adalah eksistensi talenta dalam perusahaan. Lebih dari 60% startup melakukan efisiensi pegawai atau pemotongan gaji. Survei Startup Genome COVID-19 Impact Insights menunjukkan efisiensi pegawai telah dilakukan demi mengurangi budget operasional. Di tengah pandemi yang diprediksi belum akan berakhir dalam waktu dekat ini, masih ada sebuah harapan bagi talenta-talenta yang sedang insecure dengan keberlangsungan karier mereka.

Sektor yang masih bertahan dan berkembang

kondisi_kantor
Ilustrasi kondisi perusahaan dalam masa pandemi. Kredit photo unsplash.com

Pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terpukul dengan kehadiran pandemi COVID-19 ini. Banyak perusahaan di sektor ini yang harus bersusah payah demi bisa bertahan diiringi efisiensi, bahkan ada yang memutuskan untuk menutup layanannya.

Sementara itu, bisnis digital di sektor lain mengalami pertumbuhan cukup signifikan. Hal ini dapat dilihat dari sebuah laporan infografis dari Bonza  yang bekerja sama dengan East Ventures, bertajuk “COVID19: Balancing between Economy and Health” memaparkan beberapa fakta mengenai sektor bisnis serta beberapa perusahaan yang masih membuka proses rekrutmen.

infografis_sektor_bisnis

infografis_sektor_bisnis_digital

 

 

Berdasarkan data infografis di atas, industri e-commerce terlihat menjadi sektor dengan presentase paling besar dalam perekrutan talenta. Sibuknya sektor e-commerce bukan tidak beralasan. Keterbatasan aktivitas masyarakat menjadikan platform jual beli online sebagai pilihan utama untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan sebagainya. Dalam sektor ini bisa dibilang menuai profit dari krisis yang sedang berlangsung.

“Sampai saat ini, Tokopedia tidak mengambil langkah penyesuaian jumlah karyawan di tengah pandemi COVID-19 ini. Kami terus mewajibkan seluruh karyawan bekerja dari rumah sebagai upaya membatasi interaksi langsung [physical distancing] demi mendukung penanganan pandemi COVID-19,” ungkap juru bicara Tokopedia.

Meskipun demikian, saat ini Tokopedia tidak membuka lowongan pekerjaan di laman kariernya. Pihaknya juga menyebutkan tidak ada penyesuaian jumlah karyawan.

Di sektor lain, HappyFresh mengaku masih membuka kesempatan bagi yang ingin bergabung menjadi armada pengantar atau agen belanja. Berkenaan dengan pasar Indonesia, Country Manager Filippo Candrini mengatakan akan hadir karyawan baru “secara masif” dan dilatih dalam batch untuk menghadapi keterbatasan ruang gerak.

Berbicara mengenai bisnis e-commerce dan grocery tidak bisa dipisahkan dengan dukungan logistik yang memadai. Sektor ini juga menjadi salah satu yang kegiatan operasionalnya sangat sibuk di masa pandemi.

Tidak dapat dipungkiri, perusahaan di berbagai sektor saat ini sedang berdarah-darah dalam mempertahankan stabilitas perusahaan. Langkah yang diambil pun beragam, mulai dari pengurangan jumlah pegawai, pemotongan biaya operasional, hingga efisiensi bisnis perusahaan.

 

*sumber dailsysocial.id

Bagikan artikel ini:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Solve : *
22 + 4 =