Perkiraan waktu membaca artikel ini: 2 minutes

TECHSTORY.ID – Fujifilm baru saja merilis sebuah kamera mirroless khusus, Fujifilm GFX100 IR yang merupakan edisi khusus dari kamera Fujifilm GFX100. Kamera yang didedikasikan untuk keperluan fotografi inframerah. Dengan mengusuang sensor medium format 100 megapixel, selain itu kamera ini juga dapat menghasilkan gambar inframerah dalam resolusi 400 megapixel dengan memanfaatkan fitur pixel shifting, yang juga tersedia pada GFX100 standar lewat sebuah firmware update.

Spektrum inframerah 

Menurut Fujifilm, gambar inframerah yang dihasilkan oleh GFX100 IR memungkinkan kita untuk melihat detail yang tidak tampak dengan mata telanjang. Kemampuan semacam ini tentunya dapat membantu para profesional yang bekerja di bidang forensik, semisal untuk mengidentifikasi dokumen yang dipalsukan.

Contoh lainnya adalah di bidang pelestarian budaya, di mana gambar inframerah yang dijepret oleh kamera ini dapat dipakai untuk menganalisis pigmen warna pada sejumlah karya seni maupun artefak bersejarah. Singkat cerita, kamera ini punya skenario penggunaan yang lebih spesifik lagi dibanding GFX100 standar. Berikut adalah dua contoh gambar normal beserta versi inframerahnya.

Foto Fujiflm GFX100 IR
Foto Fujiflm GFX100 IR. dengan Inframerah. Kredit gambar Fujifilm.

Filter IR khusus

Selain itu pula pihak Fujifilm tidak lupa menambahkan bahwa beragam filter inframerah yang terletak di sisi depan lensa dapat dipakai untuk mengambil gambar di panjang gelombang yang berbeda guna menyingkap detail yang berbeda pula pada sebuah subjek foto. Tentu saja kamera ini juga dapat berfungsi secara normal layaknya GFX100 standar ketika dibutuhkan.

Fitur Pixel Shift Multi-Shot

Selain memperkenalkan GFX100 IR, Fujifilm juga mengumumkan informasi pembaruan firmware untuk kamera digital mirrorless format besar GFX100. Pembaruan firmware menambahkan fungsi Pixel Shift Multi-Shot yang memungkinkan fotografer membuat gambar dengan resolusi 400MP.

Saat ini tersedia juga aplikasi perangkat lunak baru, Pixel Shift Combiner (Pixel Shift Combiner), yang menggabungkan 16 gambar RAW yang dibuat oleh fungsi Pixel Shift Multi-Shot menjadi satu gambar 400MP.

Fungsi Pixel Shift Multi-Shot mereproduksi detail halus dan akurasi warna sehingga setiap piksel merekam data gambar dalam warna merah, hijau, dan biru. Hal ini memungkinkan reproduksi warna akurat, hampir tidak ada warna palsu yang terjadi, bahkan dalam detail yang paling halus. Sehingga sangat cocok untuk pengarsipan digital dan pelestarian karya seni, aset budaya, dan aplikasi lain yang membutuhkan ketelitian warna yang sangat tinggi dan reproduksi detail halus.

”Kami sadar betapa pentingnya gambar detail dari sebuah subjek dalam kehidupan sosial budaya masyarakat seperti untuk forensik, misi ilmiah hingga kebudayaan,” ujar Noriyuki Kawakubo, Presiden Direktur PT Fujifilm Indonesia.

GFX100 IR dapat ditempatkan di posisi yang semi-permanen, lalu disambungkan ke laptop atau komputer sehingga pengguna dapat mengambil beberapa gambar yang berbeda dari angle yang sama persis secara efisien.

Fujifilm GFX100 IR yang bisa dibilang sangat terspesialisasi, tidak heran apabila pada akhirnya kamera ini tidak akan dijual secara umum begitu saja, melainkan khusus untuk pihak-pihak yang memesannya buat keperluan forensik, pelestarian budaya maupun penelitian-penelitian ilmiah. Selain itu juga pihak Fujifilm tidak merincikan berapa harganya, tapi bisa kita tebak pasti di atas 160 juta rupiah. Penjualannya sendiri diprediksi bakal berlangsung mulai kuartal pertama di tahun 2021.

Bagikan artikel ini:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Solve : *
24 + 15 =