Home TIPS Cara Mengatasi Smartphone Android yang Melambat

Cara Mengatasi Smartphone Android yang Melambat

0
Cara Mengatasi Smartphone Android yang Melambat
Cara Mengatasi Smartphone Android yang Melambat. Kredit gambar unsplash.com
Perkiraan waktu membaca artikel ini: 3 minutes

TECHSTORY.ID – Performa smartphone android akan semakin menurun seiring bertambahnya usia pemakaian. Hal ini tentu saja akan menyebabkan smartphone lebih lambat dalam menjalankan berbagai aplikasi, dan tak jarang aplikasipun mengalami stuck. 

Namun bukan berarti Anda harus membeli smartphone baru, apalagi jika belum mempunyai anggaran untuk mengganti ke model smartphone yang lebih baru. Untuk itu Anda perlu mengetahui penyebab smartphone menjadi lambat juga cara agar terhindar dari penurunan performa. Selengkapnya berikut:

1. Mengatur Aplikasi dalam mode “Background”

Pengguna smartphone sering mengunduh aplikasi yang hanya dipakai sekali-sekali, dan jarang untuk digunakan. Aplikasi-aplikasi itu kemudian dibiarkan menumpuk, ada juga yang senantiasa berjalan di latar belakang (mode background). Padahal, smartphone memiliki sumber daya (RAM, CPU, dll) yang terbatas.

Untuk itu Anda harus cerdas dan berhitung untuk menetapkan prioritas aplikasi yang perlu disimpan. Ketika Android P meluncur nanti, masalah ini akan lebih mudah teratasi dengan fitur “Background Execution Limits”. Namun, sembari menunggu sistem operasi tersebut hadir, Anda bisa mencoba lebih rajin bersih-bersih aplikasi tak berguna. Luangkan sedikit waktu untuk bertandang ke pengaturan dan opsi pemeliharaan (maintanance) pada masing-masing ponsel. Anda bisa melihat aplikasi-aplikasi mana saja yang menggerogoti memori dan baterai Anda, lantas lakukan pembersihan.

2. Memori ROM terlalu penuh

Kecepatan ROM atau memori internal akan berkurang seiring banyaknya file yang Anda simpan. Bisa jadi dari backlog aplikasi, foto dan video yang tak dihapus bertahun-tahun, atau cache yang tak terlihat. Untuk memulihkan kecepatan perangkat, Anda bisa melakukan factory reset, tentu setelah menyimpan data-data penting di tempat lain terlebih dahulu. Jika hal ini menurut Anda ruwet, dari awal sebaiknya menyimpan foto, musik, video, dan sebagainya, di memori eksternal (microSD, atau media lain). Pasalnya, microSD bisa langsung diganti ketika penuh. Data Anda pun tetap aman. Opsi lainnya adalah menyimpan data ke layanan storage berbasis Cloud.

3. Kemampuan baterai telah menurun

Baterai juga dapat memperlambat performa smartphone. Setelah tiga atau dua tahun biasanya Anda akan mulai merasakan baterai cepat habis. Baterai yang mengalami penurunan kualitas turut memengaruhi pemrosesan program pada smartphone dan komponen memori secara keseluruhan. Untuk itu, rawat baterai Anda dengan mengisi daya tanpa menggunakan ponsel, usahakan matikan smartphone saat sedang mengisi daya baterai. Jangan mengisi daya baterai melebihi 90% apalagi dibiarkan hingga melebihi 100%, meski pada jenis smartphone keluaran terbaru saat ini sudah mampu menghentikan daya listrik saat baterai telah mencapai 100%. Yang terakhir jangan membiarkan smartphone benar-benar mati kehabisan baterai sebelum mengisi daya, kalau memang daya baterai tinggal 10% dan disaat itu tidak ada listrik untuk mencharge, alangkah sebaiknya smartphone Anda matikan.

4. Penurunan kinerja ROM

Seperti halnya dengan baterai, RAM maupun memori flash storage atau ROM yang dijadikan sebagai media penyimpanan di smartphone juga bisa mengalami penurunan kinerja. Aktivitas penulisan dan penghapusan data (write cycle) lambat laun akan mengurangi performanya. Memori flash macam SSD biasanya memiliki rating daya tahan yang dinyatakan dalam Drive Write Per Day (DWPD) atau Terabytes Written (TBW). Rating memori flash smartphone jarang diungkapkan, tapi biasanya bisa bertahan bertahun-tahun sebelum mulai mengalami kerusakan. Untuk menghindari kerusakan yang lebih cepat, usahakan jangan terlalu sering melakukan flashing maupun factory reset. Hal ini akan menyebabkan ROM terlalu sering melakukan proses penulisan dan penghapusan data, yang pada akhirnya akan menurunkan kinerja dari ROM.

5. Melakukan Update atau tidak untuk sistem operasi yang baru

Sistem operasi Android perlu diperbarui secara berkala. Ada kalanya update ini juga akan menghasilkan peningkatan kinerja, misalnya dengan menambal bug software yang membocorkan sumberdaya.  Pembaruan secara umum akan memberikan dampak penggunaan yang lebih baik. Namun hadirnya perbaikan dan peningkatan terkadang menimbulkan beberapa masalah baru, seperti membutuhkan kapasitas memori dan RAM yang lebih besar. Inilah yang menyebabkan ponsel-ponsel dengan memori dan RAM rendah kerap tak bisa memperbarui sistem operasinya ke versi yang lebih baru. Tetapi ada pula vendor smartphone yang menyanggupi dengan konsekuensi performa justru menurun. Maka dari itu, ada baiknya menyikapi pembaruan aplikasi dan sistem operasi sesuai kebutuhan Anda. Jika tak perlu, mungkin lebih baik tetap menggunakan sistem operasi yang lama hingga akhirnya Anda mengganti dengan smartphone baru yang memang memiliki sistem dan hardware yang jauh lebih baik.

Bagikan artikel ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Solve : *
2 ⁄ 1 =