Perkiraan waktu membaca artikel ini: 2 minutes

TECHSTORY.ID – Salah satu program startup akselerator yang diselenggarakan oleh Google di Asia Tenggara selama tiga bulan ini telah menyelesaikan programnya. Google for Startups Accelerator: Southeast Asia yang diikuti 15 startup di Asia Tenggara. Ada tiga startup Indonesia yang lolos dan mengikuti program tesebut, yakni Haktiv8, Kata.ai dan Riliv selama tiga bulan lalu.

“Google, melalui program Accelerator, senang sekali bisa mendukung mereka semua,” ujar Randy Jusuf, Manging Director Google.

Para peserta menerima bimbingan dan dukungan khusus dari jaringan mentor global dari Google, serta akses ke pakar AI/ML, Cloud, Android, dan Web dari Google. Selain bimbingan dan dukungan untuk proyek teknis, Accelerator juga memberikan pembahasan mendalam dan lokakarya yang berfokus pada desain produk, strategi bisnis, pemerolehan pelanggan, dan pengembangan kepemimpinan bagi pendiri startup.

“Kami paham banyak startup tengah berjuang mengatasi tantangan untuk beradaptasi dengan situasi baru yang ditimbulkan Covid. Melalui Accelerator, kami ingin memanfaatkan dukungan terbaik Google untuk membantu startup Indonesia menyesuaikan strategi dan beradaptasi dengan keadaan saat ini,” tutur Head of Startup Ecosystem SEA, Thye Yeow Bok.

Sebelumnya program Google for Startups Accelerator: Southeast Asia ini menarik 600 startup untuk mendaftar. Google secara khusus mencari startup yang menawarkan solusi di bidang layanan kesehatan, pendidikan, keuangan, atau logistik terkait dengan adanya pembatasan sosial saat ini. Startup yang dipilih harus menggunakan AI/ML atau analisis data dengan cara yang efektif; atau yang memanfaatkan teknologi untuk menjadikan dunia lebih ramah bagi manula atau difabel. Terpilihnya 15 startup yang berhak mengikuti program Google for Startups Accelerator: Southeast Asia selama tiga bulan.

Irzan Raditya, CEO & Co-founder Kata.ai mengatakan program Google for Startup Accelerator membantu perusahaan membuka jalan pikir, mengetahui praktik terbaik, dan strategi/teknik tertentu di bidang yang ingin dipelajari lebih dalam.

“Kami bukan hanya belajar hal-hal praktis dari para pakar dan talenta terbaik di bidangnya, tetapi kami juga dibantu jika memiliki pertanyaan, kesulitan, atau ketika kami ingin dibukakan channel/jaringan ke individu tertentu. Ini sangat bermanfaat bagi saya dan co-founder lainnya,” jelas Irzan seperti dikutip dari liputan6.com.

Bagikan artikel ini:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Solve : *
14 × 4 =